Jumat, 29 November 2013

Cara Membuat Bahan Bakar Minyak Dari Sampah Plastik

Nama : Riandi Pratama Putra
Kelas : XI Aknuntansi 1


ni Cara Mengubah Sampah Plastik Menjadi BBM



Quote:Jakarta - Mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak mungkin tidak terpikirkan bagi beberapa kalangan.

Tetapi Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan Tokyo Institute of Technology, Jepang sudah menetapkan target untuk menghasilkan BBM setara solar dari sampah plastik.

Lalu bagaimana proses mengubah sampah menjadi minyak campuran untuk bahan bakar diesel. Berikut penjelasan Guru Besar Fakultas Teknik UGM Prof. Dr.Ing Harwin Saptoadi kepada detikOto, Selasa (21/5/2013).

1. Semua Jenis limbah plastik

Dalam membuat minyak campuran untuk bahan bakar diesel rupanya tidak perlu memilih jenis plastik apa untuk mendapatkan campuran diesel terbaik.
Soalnya mesin hasil ciptaan UGM bersama Tokyo Institute of Technology, Jepang bisa melahap seluruh jenis sampah plastik.

2. Proses Pirolisis

Setelah mendapatkan limbah sampah, sampah plasik dimasukkan ke dalam mesin pirolisis. Pirolisis sendiri merupakan proses dekomposisi kimia suatu bahan untuk menghasilkan hidrokarbon melalui pemanasan suhu tinggi dengan sedikit oksigen.

3. Sampah dipanaskan

Setelah sampah masuk ke dalam mesin, selanjutnya sampah akan dipanaskan hingga meleleh.

4. Dijadikan gas terlebih dahulu

Saat limbah sampah dipanaskan hingga meleleh, maka sampah plastik ini akan menghasilkan gas.

5. Dikondensasi menjadi minyak

Setelah sampah plastik menjadi gas, gas itu diembunkan melalui proses kondensasi. Sehingga bisa menghasilkan minyak yang bisa menjadi campuran bahan bakar diesel.


Detikdotcom


Gandeng Jepang, UGM Konversi Sampah Plastik Jadi Solar

Quote:Yogyakarta - Inovasi terus dilakukan di Indonesia. Kini Universitas Gajah Mada (UGM) bekerja sama dengan Jepang untuk mengembangkan teknologi konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Di tangan para peneliti UGM, sampah plastik berubah menjadi solar.

Teknologi untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) telah dikembangkan oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Penelitian yang dimulai tahun 2011 dan dipimpin oleh Prof. Dr.Ing Harwin Saptoadi bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik yang tidak bisa terurai menjadi BBM khususnya solar.

"Target kami bisa menghasilkan BBM setara solar untuk menggerakkan mesin diesel," jelas Prof. Harwin dalam keterangan resminya.

Dari pihak Jepang yang diketuai oleh Prof. Kunio Yoshikawa bersama mahasiswa S3-nya bernama Mochamad Syamsiro telah beberapa kali berkunjung ke UGM untuk mewujudkan riset ini.
Jepang sebagai negara maju telah cukup berpengalaman mengembangkan teknologi ini, bahkan telah masuk ke skala komersial.

Dengan dibantu oleh beberapa mahasiswa S2-nya, Prof. Harwin telah mencobakan BBM ini pada mesin diesel untuk mengetahui performanya dan hasilnya cukup memuaskan.

Pengujian pada kompor tradisionalpun telah dilakukan untuk aplikasi di masyarakat. Gas yang dihasilkan dari proses ini pun telah coba dimanfaatkan untuk
menghidupkan kompor gas.

Teknologi yang dikembangkan ini menyesuaikan kebutuhan yang ada di masyarakat. Untuk skala komunitas kami mengembangkan teknologi yang sederhana dan mudah dibuat serta mudah pengoperasiannya.

Untuk skala besar dikembangkan pula sistem yang terkontrol secara otomatis untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan.
Diharapkan teknologi ini bisa diterapkan di masyarakat khususnya untuk skala kecil dan menengah. Untuk skala besar diharapkan adanya partisipasi aktif dari Pemda yang menjadi pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Seperti halnya TPA Piyungan Yogyakarta yang dikelola secara bersama-sama Pemda Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul.

Sebelumnya pengembangan teknologi serupa juga sudah dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Selain itu, Tri Handoko yang merupakan pengajar listrik dasar dan elektrolisis pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN)3 Kota Madiun juga sudah melakukan riset serupa.

Bahkan pantauan detikcom di internet, banyak yang menawarkan perangkat teknologi menyulap sampah plastik menjadi solar ataupun premium itu.Salah satunya Danan Eko Cahyono, pemilik perusahaan Santoso Rising.Sebagai penjual alat penyulap sampah mengatakan alat tersebut dibanderol mulai Rp 900 juta - Rp 8miliar.

1 komentar:

bakar plastiknya pake apa? bensin jgkan..?

Poskan Komentar