Jumat, 30 November 2012

Pembuatan Tape Dari Pisang

Latar Belakang
Tanaman pisang dikenal sebagai tanaman multiguna, karena seluruh bagian tanaman mulai dari bonggol akar, batang, daun, buah bermanfaat bagi manusia maupun hewan. Tanaman pisang dapat di manfaatkan sebagai makanan. Tanaman pisang dapat tumbuh dimana saja, sehingga tanaman ini dapat kita jumpai di seluruh Indonesia termasuk di daerah lampung.
Tanaman pisang dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian ±1000 m dibawah permukaan laut (dpl). Tanaman ini lebih senang di lokasi yuang banyak mengandung curah hujan yang banyak sepanjang tahun.
Di daerah yang beriklim kering , musim hujannya 2-5 bulan, dan musim kemaraunya 6-8 bulan , tanaman pisang masih mampu berbuah asalkan kedalaman air tanahnya 100-250 cm.
Tanah yang subur dengan prioritas yang baik, mengandung kapur dan ber ph 6-7 paling di senangi tanaman pisang. Tanaman pisang menyukai tanah yang tidak tergenang air. Tanah yang berdrainase tidak baik , karena dapat menyebabkan penyakit akar.
Buah pisang yang selama ini diantaranya hanya dapat di jadikan buah, selai, gorengan, dan bahan pembuat roti kini dapat di fermentasikan menjadi tape pisang . Untuk itu , kami menggunakan pisang sebagai bahan utama pembutan tape pisang sebagai makanan yang enak dan bercirikhas masakan Indonesia tanpa memerlukan biaya yang cukup banyak.


Tanaman pisang
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas.

Keanekaragaman Pisang
Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Malesia (Asia Tenggara, Papua dan Australia tropika). Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis. Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.
Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.
Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).
Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Energi
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.
Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Gula pisang merupakan gula buah, yang terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.
Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat.
Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.
Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.
Mineral
Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.
Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.
Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.





1. Tanaman pisang memiliki banyak manfaat apabila kita tahu cara penggolahanya.
Semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Saya yakin
bagian utama pisang yang paling banyak manfaatnya adalah buahnya. Hal ini
dapat dilihat dari cara konsumsinya yang di bedakan menjadi dua. Yaitu pisang
meja dan pisang olahan. 

2. Masyarakat mungkin tidak yakin bahwa buah pisang dapat di buat tepe. Namun saya yakin bahwa masyarakat akan memberi tanggapan positif terhadap hasil pembutan tape pisang ini.

3. Alat dan Bahan
No
Alat
Bahan
1
Sendok
Pisang
2
Sutil
Ragi
3
Kompor minyak
Daun pisang
4
Panci
5
Pisau
6
Tampah

Prosedur Penelitian
Kami melakukan penelitian yang menggunakan metode eksperimen sebagai berikut : 
Ø Tahap I
Perencanaan
Menemukan cara memanfaatkan pisang sebagai bahan utama pembuatan tape yang enak dan bercirikhas masakan Indonesia.
Ø Tahap II
Persiapan
Dalam tahap ini saya melakukan kegiatan antara lain sabagai berikut :
a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Memotong pisang dari batangnya, mencuci, merebus, dan mengolahnya menjadi tape. 
Ø Tahap III
Pelaksanaan
Dalam melakukan tahapan yang ini, kegiatan saya adalah :
a. Mencampurkan pisang yang tyelah di rebus dengan ragi hingga merata.
b. Membungkus pisang dengan daun pisang atau toples.
c. Melakukan penarikan angket dari 100 pelajar 
Ø Tahap IV
Perhitungan
Menghitung presentase dari hasil penarikan angket.

Cara membuat tape pisang :
Potong pisang per buah dan di cuci bersih. Cuci pisang hingga bersaih sampai getahnya hilang. Setelah itu, rebus pisang hingga matang. Setelah pisang matang, tiriskan hingga dingin. Jangan di campur ragi dahulu sebelum pisang dingin. Hal ini dapat menyebabkan gagalnya fermentasi pada pisang. Setelah dingin, lalu kupas pisang dari kulitnya dan di campurkan ragi hingga merata , lalu di bungkus dengan daunpisang atau toples. Biarkan beberapa hari hingga fermentasi berhasil. Setelah fermentasi berhasil, tape pisang siap di nikmati.

Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang saya lakukan maka dapat saya simpulkan bahwa :
1. Buah pisang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan tape pisang
sebagai makanan yang enak dan bercirikhas masakan Indonesia.
2. Buah pisang mengandung banyak sekali vitamin, protein dan gizi yang dengan
mudah di serap oleh tubuh.
3. Tape pisang dapat di praktikan dengan mudah oleh masyarakat, karena bahan baku

oleh : Wina Amalia Rhamadani XI AK 1

1 komentar:

pisangnya yang sudah matang atau belum?

Poskan Komentar