Jumat, 30 November 2012

Biosteam Converter Ubah Sampah Jadi BBM Alternatif

YOGYAKARTA, (PRLM).- Inovasi para mahasiswa dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-25 sangat inovatif, di antara inovasi kreasi biosteam converter (BC) karya mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Perangkat ini mengubah sampah tumbuh-tumbuhan menjadi bahan bakar minyak (BBM).


Dalam presentasinya di loksi Pimnas di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (12/7), Mochammad Safari (ketua tim) menyatakan BC mengubah bahan baku menjadi bioetanol atau alkohol cair dan diproses ulang menjadi uap untuk dikemas sebagai BBM. Kelinci percobaan bakar tumbuhan tersebut becak motor.
Kreasi ini dilombakan dalam Pimnas untuk kategori Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T). Tema kreasinya, “Becak Bio Steam: Inovasi Becak Motor Berbahan Bakar Bioetanol Dengan Menggunakan Kombinasi Mesin Motor 2-Tak Dan ketel Uap”.

Pilihan ujicoba pada becak dengan pertimbangan, ini moda khas di berbagai daerah di Indonesia. Kendaraan lainnya bisa saja dijadikan sasaran bioetanol dengan kadar tinggi, yaitu 99 persen (campuran etanol 15 persen dan bensin 85 persen) atau bioetanol 96 persen dan bensin 50 persen. Energi mesin becak dengan BBM bioetanol 60 km per jam. “Kalau terpaksa ya bioetanol 100 persen atau murni, kendaraan bis ajalan walaupun energinya kurang maksimal,” kata dia.

Soal keunggulan bioetanol untuk kendaraan, menurut dia, bahan baku dari tumbuh-tumbuhan dan sampah organik. Itu artinya produk BBM jenis ini ramah lingkungan dan diperbaharui karena kadar gas buang dari mesin pun rendah.

Oleh : Susan. R

0 komentar:

Poskan Komentar