Jumat, 29 November 2013

Bahan Bakar Alternatif Dari Kulit Jeruk

Nama : Nova Yuliyanti

Kelas : XI AP1


Bahan Bakar Alternatif Dari Kulit Jeruk

orange
Isu bahan bakar alternatif saat ini memang tengah mengemuka tak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Prediksi bahwa bumi semakin kekurangan bahan bakar minyak sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari, terus berkembang. Pemerintah dengan para ahli atau peneliti yang dimiliknya pun selalu mencoba alternatif untuk menemukan sumber lain yang bisa dijadikan bahan bakar.
Oleh sebab itu, alternatif seperti penggunaan minyak jelantah atau minyak jagung pun sudah mulai diterapkan pada beberapa mesin kendaraan. Selain itu, beberapa produsen kendaraan di dunia pun mulai mengeluarkan varian kendaraan mereka yang berbahan bakar dari energi listrik. Tapi, sebuah penemuan aneh sekaligus mencengangkan baru-baru ini terjadi. Ya, ternyata kulit jeruk bisa menjadi alternatif sumber bahan bakar.
Seperti yang dikutip dari laman express.co.uk, ilmuwan asal Inggris telah menemukan fakta bahwa kulit jeruk bisa dirubah menjadi minyak dengan menggunakan microwave.
Professor James Clark, nama ilmuwan tersebut, telah menemukan sebuah microwave berkekuatan tinggi yang mampu memisahkan molekul-molekul yang terkandung dalam kulit jeruk untuk dijadikan gas yang bisa dikumpulkan dan disuling menjadi sebuah produk minyak. Gas berharga ini kemudian bisa dirubah menjadi minyak, plastik, bahan kimia, dan bahkan bahan bakar.
Diantara gas tersebut ada sebuah senyawa pektin yang bisa dibuat menjadi bahan bakar kendaraan dan juga karbon yang bisa digunakan dalam mesin pemurni air. Dari kulit jeruk itu juga terdapat sebuah bahan kimia bernama Limonene yang bisa digunakan untuk keperluan kosmetik dan produk kebersihan.
“Limbah kulit jeruk adalah bukti pemborosan sumber daya alam. Di Brazil, yang terkenal sebagai negara penghasil jus jeruk terbesar di dunia, terdapat 8 juta ton kulit jeruk yang terbuang sia-sia yang padahal bermanfaat untuk menghasilkan bahan kimia, material, dan bahan bakar,” tukas Clark.
Professor Clark sendiri membutuhkan biaya sekitar 200.000 poundsterling (Rp 2.8 miliar) untuk membuat microwave ajaib ini, di Laboratorium Green Chemistry Center di Univeritas York, Inggris. Uniknya, bentuk microwave ciptaan Professor Clark ini mirip seperti kebanyakan yang terdapat di rumah Anda. Microvawe ini hanya bisa menampung sedikit limbah makanan untuk dijadikan bahan kimia. Tapi, pada Desember ia akan membuat model yang lebih canggih yang mampu menampung hingga 30 kg limbah makanan untuk dirubah menjadi bahan bakar.

0 komentar:

Poskan Komentar