Jumat, 29 November 2013

Bahan Bakar Alternatif Dari Tongkol Jagung

NAMA : Robby adhilnilukman

KELAS : XI TSM 2


Bahan Bakar Alternatif Dari Tongkol Jagung

Tidak banyak orang menyangka bahwa sisa – sisa hasil pertanian seperti tongkol jagung, jerami ataupun daun tebu dapat menjadi bahan untuk membuat bahan bakar alternatif. Kebanyakan dari bahan – bahan tersebut hanya digunakan sebagai makanan hewan ternak. Namun di tangan seorang guru kreatif dari Jombang, Jawa Timur; bahan – bahan tersebut dapat diolah untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti premium ataupun solar.
Dengan pengolahan menggunakan alat – alat yang cukup sederhana; bahan – bahan sisa pertanian yang seringkali melimpah dan tidak termanfaatkan tersebut dapat menghasilkan bio premium ataupun bio solar.
Atas ketekunan dan dedikasinya mencari sumber energi atau bahan bakar alternatif itulah; Arif Wibowo mendapatkan penghargaan guru teladan nasional dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 2008.
Guru yang tinggal di Desa Kaliwungu, Jombang ini dengan tekun melakukan penelitian dan percobaan untuk mengolah sampah atau sisa pertanian guna dijadikan bahan untuk diolah guna menghasilkan bio diesel dan bio premium yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar.
Bio Premium Dan Bio Diesel Sebagai Pengganti Solar.
Pada dasarnya; proses produksi bio premium atau bio diesel ini menggunakan mekanisme dan proses seperti membuat alkohol. Perbedaan dengan pembuatan alkohol pada dasarnya hanya pada pilihan bahan.
Bahan bakar bio premium yang dihasilkan oleh Arif Wibowo ini menggunakan bahan baku yang seringkali dianggap tidak atau kurang bermanfaat dan dapat ditemui dengan mudah di lingkungan pertanian seperti rumput gajah, jerami, batang atau tongkol jagung bahkan enceng gondok.
Dengan menggunakan bahan – bahan sederhana, mudah ditemukan serta dianggap kurang berguna, maka bahan bakar alternatif ini diharapkan dapat memaksimalkan manfaat dari bahan – bahan tersebut sekaligus menekan biaya produksi untuk mendapatkan bahan mentah.
Memanfaatkan bahan dari sisa hasil pertanian dapat menjadi solusi sederhana menghasilkan bio energi yang murah dan mudah diproduksi. Arif Wibowo menolak ketika disebut membuat penemuan baru karena produk serupa dengan bahan yang juga hampir serupa telah lama dibuat dan cukup populer di negara – negara maju yang masih memiliki basis masyarakat agraris.
Krisis bahan bakar fosil dapat dihindari dengan pemanfaatan sumber daya alam yang lain guna dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dengan fungsi substitusi.
Proses Pembuatan Bio Premiun Dan Bio Diesel.
Pembuatan bahan bakar alternatif berupa bio premium atau bio diesel ini dimulai dengan mengumpulkan bahan baku utama yang akan diolah. Proses pembuatan diawali dengan menghaluskan bahan baku dengan menggunakan mesin penggiling; tongkol dan batang jagung ataupun bahan lain dimasukkan ke mesin penggiling guna mendapatkan ukuran yang kecil dan tekstur yang halus.
Kemudian bahan yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam tempat penampungan khusus untuk dicampur dengan sejenis jamur ragi; dengan jenis jamur ragi yang digunakan adalah spesies Scaharomyces cerevice.
Kemudian campuran bahan yang dihaluskan, air dan jamur ragi diaduk hingga merata kemudian difermentasikan dengan menggunakan tempat yang tertutup rapat selama 14 hari atau 2 minggu.
Cairan atau larutan yang dihasilkan dari hasil fermentasi tersebut kemudian menjalani proses destilasi untuk memisahkan air dengan minyak yang dihasilkan dengan alat khusus yang dirancang oleh Arif Wibowo.
Proses destilasi ini akan menghasilkan bio etanol yang kemudian digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan bio diesel ataupun bio premium dengan mengatur nilai oktan dari bahan bakar yang dihasilkan. Bio premium dapat digunakan pada sepeda motor ataupun kendaraan bermotor lain yang menggunakan premium sebagai bahan bakarnya.

0 komentar:

Poskan Komentar