Kamis, 30 Agustus 2012

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Flanel

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Flanel

Rabu, 29 Agustus 2012

Fakta Ilmiah Segitiga Bermuda

Misteri melingkupi sebuah wilayah laut di dalam garis  imajiner yang menghubungkan  tiga wilayah yaitu  Bermuda, Puerto Riko, dan Miami di Amerika Serikat. Ada yang menyebutnya 'Segitiga Setan', 'Limbo the Lost', 'Twilight Zone', dan yang paling tenar adalah sebutan 'Segitiga Bermuda .
Meski, dalam peta Amerika Serikat, The U. S. Board of Geographic, tak ada tempat bernama 'Segitiga Bermuda'.
Wilayah ini jadi salah satu lokasi paling misterius, horor, dan menakutkan di muka Bumi. Apalagi, dalam sejarahnya, banyak kapal dan pesawat yang tertelan di lokasi itu.
Legenda Segitiga Bermuda makin ramai diperbincangkan ketika  pada 5 Desember 1945 pukul 14.10 waktu setempat, lima pesawat yang dipiloti para penerbang  terlatih dari kesatuan Penerbangan 19 tiba-tiba hilang di segitiga itu. Padahal cuaca sedang cerah.
Para pilot sempat meminta pertolongan lewat radio, namun, mereka tiba-tiba raib. Pesawat yang ditugasi mencari mereka juga raib misterius. Dilaporkan enam pesawat dan 27 orang hilang dalam peristiwa itu.
Juga peristiwa hilangnya kapal induk USS Cyclops pada 1918, yang hingga saat ini jadi misteri terbesar dalam sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat.
Berbagai macam dugaan aneh muncul, ada yang mengatakan alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.
Namun, ada juga penjelasan ilmiah yang lebih layak dipertimbangkan untuk menjawab misteri ini
***
Seperti di muat laman LiveScience, ada jawaban logis untuk menjelaskan hilangnya kapal atau pesawat di Segitiga Bermuda itu.
Daerah Segitiga Bermuda rentan terhadap badai tak terduga. Ada gelombang -- Gulf Stream -- yang sangat cepat dan turbulen -- menelan serpihan kapal, pesawat, beserta penumpangnya.  Menghapus bukti-bukti terjadinya bencana.
Tak hanya itu, Laut di Segitiga Bermuda memiliki kedalaman hingga 30.000 meter atau lebih dari 9.000 meter dengan kondisi topografinya bisa 'menelan' kapal sehingga  tak pernah ditemukan.
Laman Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, www.history.navy.mil, menjelaskan bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal  di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat disebut Gulf Stream.
Sebelum telegraf, radio dan radar ditemukan, pelaut tidak tahu ada badai atau angin topan berada di dekatnya.Bencana itu baru ketahuan setelah ada perubahan di cakrawala.
Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut  hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.
Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena  badai di seluruh dunia -- secara mendadak.
Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.
Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua  lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, 'Segitiga Formosa'.
***
Faktor cuaca juga ikut berperan mengapa kapal dan pesawat hilang di Bermuda. Pola cuaca Karibia-Atlantik sangat ekstrim. Badai lokal yang mendadak menimbulkan cipratan air kencang yang bisa jadi bencana bagi pelaut maupun pilot.
Penelitian satelit bahkan membuktikan, adanya gelombang dahsyat setinggi 80 kaki atau bahkan lebih,  terjadi di wilayah laut terbuka, seperti halnya Segitiga Bermuda.
Gelombang ini bisa menghancurkan kapal besar dan membuatnya berkeping-keping.
Ada juga faktor topografi dasar laut di Segitiga Bermuda. Dari benting [gundukan pasir tengah laut], pulau di bawah laut, hingga palung yang luar biasa dalam.
Dengan kombinasi arus kuat, kapal atau pesawat bisa terjebak di dasar laut untuk selamanya.
Sementara, seperti dimuat laman Pattayadailynews, 6 Mei 2010, ahli geokimia, Richard McIver pada 1981 memperkenalkan teori peran gas metan hidrat dalam misteri Segitiga Bermuda.
Kata dia, longsor di dasar Segitiga Bermuda besar kemungkinan mengakibatkan lumpur dan batu besar meluncur dengan cepat -- yang akhirnya merobek dasar laut dan membuka selubung lapisan gas.
Gas itu lalu pecah dan mengeluarkan metana yang menyebabkan gelombang besar.  Gas itu meledak di permukaan air tanpa peringatan dan menyulitkan setiap kapal atau pesawat yang lewat di lokasi itu.
Yang juga menyebabkan kecelakaan adalah faktor mnusia. Banyak pelaut dengan pengetahuan seadanya nekat menyeberangi daerah serawan Segitiga Bermuda.
Penjaga laut Amerika Serikat selama ini telah mengabaikan faktor mitos atau fiksi di Segitiga Bermuda. Menurut pengalaman mereka, gabungan kekuatan alam dengan segala ketidakpastiannya adalah biang keladi 'kekalahan' manusia di Segitiga Bermuda.

Posted by Asep Sholihin (AzonnerA)
Sumber : http://kir-31.blogspot.com/2010/05/penjelasan-fakta-ilmiah-seputar.html

Rahasia Ayam dan Telur Duluan Yang Mana???

Para ilmuwan berhasil menjawab salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam atau telur ?

Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

"Apa yang kami temukan adalah 'kecelakaan' yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur."

Menurutnya, selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.

"Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia."

Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.

"Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya."

Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).

"Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis."

Yang pertama dicari adalah, mengetahui 'resep' yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.

"Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam."

Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.

Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. "Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan."

Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah 'tukang bangunan' tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.

Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.

Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. "Itu berati ayam ada duluan sebelum telur."

Tapi, dari mana ayam berasal?

Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.

"Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya."

Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa. Penelitian ini juga berimplikasi medis.

"Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia."


Posted by Asep Sholihin (AzonnerA)
Sumber : http://kir-31.blogspot.com/2010/07/ayam-atau-telur-duluan-yang-mana-ini.html

Sabtu, 25 Agustus 2012

Tempat Sampah Berteknologi Tinggi


Perkembangan teknologi di abad 20 ini memang sangat berkembang pesat. Semakin tinggi kebutuhan manusia maka perkembangan teknologi pun semakin dituntut agar dapat memudahkan siapa saja dalam melakukan segala kegiatan. Perkembangan teknologi yang selalu diperbincangkan biasanya perkembangan teknologi gadget, otomotif, serta alat transportasi. Tapi, saat ini ada perkembangan teknologi yang melirik pada kebersihan lingkungan. Kebersihan lingkungan itu identik dengan sampah. Nah, tahukah anda bahwa banyak sekali teknologi yang diterapkan pada tempat sampah?
Ada beberapa tempat sampah yang sudah berteknologi canggih dimana telah didesain secara modern dan memiliki fungsi yang sangat luar biasa. Adapun tempat sampah berteknologi tinggi ini diantaranya :
1.  Touchless Automatic Trash Can
Tempat sampah ini dilengkapi dengan sensor infrared, sehingga tempat sampah ini terbuka secara otomatis selama kita berada pada posisi 6 inci dari sensor. Setelah 3 detik tempat sampah tidak merasakan sensor, slide pada tempat sampah ini akan tertutup secara otomatis.
2.       Barcode Trashcan
Tempat sampah ini dilengkapi dengan barcode. Tempat sampah ini didesain untuk memilih sampah plastik yang dapat didaur ulang atau tidak dengan mendeteksi tanda daur ulang yang biasanya terdapat pada bagian bawah botol.
3.       Expanding Office Bin
Tempat sampah ini didesain menggunakan bahan yang bersifat elastis dimana tempat sampah ini akan mengembang apabila sampah yang ada didalamnya cukup penuh.
4.       Ovetto Bin
Seorang Arsitek Italia Gianluca Soldi, yang sangat terlibat dalam lingkungan hidup, merancang Ovetto Bin untuk membuat daur ulang yang lebih mudah dan lebih terorganisasi. Ia menawarkan tiga divisi tersendiri untuk berbagai jenis daur ulang. Setiap komponen memiliki pintu untuk tas removal dan penutup untuk menurun sampah, serta warna-warna yang berbeda untuk menempatkan sampah yang masuk.
5.       Armstrong Bin
Tempat sampah ini didesain untuk memampatkan volume produksi sampah kita setiap hari. Nama Armstrong Bin berasal dari manusia pertama yang mendarat di bulan, seperti anda akan mendaratkan sampah pertama anda di sini.
6.       Minus Trash Can
Perancang asal Turki, Cem Tutuncuoglu memiliki ide cemerlang untuk menjauhkan tikus-tikus pengincar aroma busuk dari dapur. Dengan kreativitasnya ia berhasil menciptakan Minus Frozen Garbage Container. Tempat sampah ini didesain untuk menjaga sampah organik agar tetap berada di bawah suhu nol derajat sehingga tidak mengalami pembusukan dan mengeluarkan aroma busuk.
7.       Smart Bin
Tempat sampah ini memiliki dual-screen LCD Display dan terintegrasi dengan konektivitas Wi-Fi yang akan membuatnya menjadi wireless hotspot untuk masyarakat sekitarnya. Layar atau LCD Display pada Smart Bin ini juga berfungsi atau dapat menampilkan berita dunia dari para ahli ekonomi dan juga harga saham saat ini. Di kota London baru ada sekitar 25 unit Smart Bin yang ditempatkan.
Tidak hanya negara Inggris saja yang dapat menikmati membuang sampah sambil melihat berita ekonomi dan berdecak kagum akan tempat sampah pintar ini. Karena selain kota London, tempat sampah ini juga hadir dibeberapa kota lainnya di seluruh dunia, seperti Tokyo, New York, dan Singapura.
Nah, sudah tahu kan macam-macam tempat sampah berteknologi tinggi saat ini. Sayangnya, tempat sampah ini baru ada di luar negeri dan belum digunakan di Indonesia. Apakah dengan adanya tempat sampah berteknologi tinggi ini masyarakat kita baru akan terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya? Kira-kira tempat sampah apa yang cocok untuk diaplikasikan di Indonesia ya? (Fajri Rahmawati_

Sumber :
http://www.priagoenks.com/2012/02/teknologi-terbaru-tempat-sampah-pintar.html
http://unik-aneh.lintas.me/go/situsaja.blogspot.com/6-tempat-sampah-ber-teknologi-tinggi/
http://mr-annom.blogspot.com/2012/02/tempat-sampah-yang-dilengkapi-dengan.html

Nama anggota :
Susan Ratnaningrum ( X AP 1)
Wita ( X PS 2 )
Karsih ( X AP 2 )

Membuat kincir air



Membuat Kincir Air

Bahan-bahan:
Besi plat (tebal 0.9-1 mm) uk 19×19 cm.
2 bilah papan panjang 22 cm lebar (umumnya)19.5 cm.
50 cm pipa pralon 2 in.
2 bh. bearing no 608ZZ.
1 btg. baut 4 mm (panjangnya 1 m) + 12 mur.
1 btg. baut 6 mm (panjangnya 1 m) +10 mur: sebagai as.
Mata bor kipas 10 mm dan 21 mm. Mata bor besi 4 mm, 6 mm dan 8 mm (atau beli yg satu set, lebih murah).
Sedikit seng aluminium tipis.
½ kg resin dan 1ons katalis fiberglas.

Cara membuat turbinnya:

-Bentuklah besi plat menjadi bulat (atau oktagon bila sulit), bagi menjadi 20 sudut. Dari titik tengah ukur 5 cm, tandai di tiap 90 derajat lalu bor dengan mata bor 6 mm. Bor titik tengah dengan mata bor 8 mm.
-Potong baut batangan 4 mm (kunci 10) menjadi 4 bh. Potong pula baut batangan 6 mm (kunci 12) sepanjang 40 cm.
-Bagi pipa pralon menjadi 4 bagian memanjang. Caranya: lingkarkan kertas hvs sesuai ukuran pipa, maka dari kertas itu bagilah menjadi 4. Kemudian lingkarkan kembali dan tandai sepanjang pipa. Potong pipa 10 cm sehingga menjadi 5 batang, baru potong tiap-tiap batang menjadi 4, sehingga berjumlah 20 bh.
-Pasang baut 4 mm tsb, mur luar-dalam pada tiap lubang. Ukur agar tiap baut sama tinggi. Pada bagian depannya jangan dulu dikeraskan, tujuannya agar pada waktu memasang potongan pralon mudah.
-Pasang baut 6 mm, bagian belakang keluar 5 cm, sisanya kedepan; mur luar-dalam.
-Pasanglah pralon-pralon menurut gambar, dengan pola per 4 pralon, sehingga akan terdapat 4 rongga sebagai ruang untuk memasukkan resin kebagian dalam. Setelah rata, baru kencangkan mur2 nya.
-Campur ¼ gelas (plastik bekas) resin + 2 tetes katalis, aduk cepat. Bila kurang, boleh ditambah.
-Dengan kuas kecil, ulas resin ke dasar semua pralon2 luar-dalam, sekedar supaya tidak terlepas saja, tapi hanya pada salah satu plat dulu (jgn sampai mengenai baut dan mur). Biarkan sampai kering. Usahakan mengulas dengan cepat, karena resin mudah sekali mengental, apalagi bila katalis terlalu banyak.
-Setelah kering, ulangi langkah diatas pada plat yg lain. Kali ini ulasan resin lebih tebal dan lebih lebar kedalam (kecuali bagian pralon2 yg belum terpasang).
-Bila semua pralon sudah terpasang, terlapis dan kering, lepaskan keempat baut 4 mm dari plat. Guntinglah seng aluminium sepanjang diameter baut 6 mm, lebarnya setebal bearing. Lingkarkan kebaut, masukkan bearingnya, pres dengan mur sampai mentok. Berlaku untuk kedua bearing. Tujuannya agar bearing menjadi ketat menempel pada baut (as).


Cara membuat rumahnya:
-Potong papan menjadi 2 bagian yang sama (@ 19.5 x 22 cm). Tentukan titik tengahnya, lalu bagi 4. Tentukan 1 cm dari tiap2 pojok sebagai guide agar kedua papan simetris. Satukan kedua papan, bor titik2 pojok dengan mata bor 6 mm. Bor titik tengah dengan mata bor 4 mm. Pisahkan papan. Bor titik tengah masing2 papan dengan bor kipas 21 mm, dalam 5 mm (sesuai dg diameter & tebal bearing). Setelah itu bor kembali titik tengah dengan bor kipas 10 mm. Mata2 bor kipas harganya lebih murah dibandingkan mata bor biasa.
Gabungkanlah semuanya. Gunakan baut batangan 4 mm ex turbin sbg guidance. Usahakan agar turbin dapat berputar bebas.

Untuk tutupnya bisa dipergunakanfiber meteran, seng atau plat aluminium.


 Anggota kelompok :
Imas Ramhasari ( X AP 2 )
Rani Apriliani ( X PS 2 )
Sri Wulan Sari ( X PS 2 )
Tia Fitria ( X AP 2 )

Kamis, 23 Agustus 2012

Tugas KIR (Mengambil Koin Di Dalam Air Tanpa Basah)


Mengambil Koin Di Dalam Air Tanpa Basah
 
Bagaimana kita bisa mengambil koin dari sebuah piring penuh air tanpa meluapkan air tersebut atau tanpa jari menjadi basah?
Ayoo siapa yang bisa??

Bahan-bahan yang diperlukan : 
1. Sebuah piring
2. Air 
3.Sebuah gelas
4. Sebuah koin 
5. Selembar kertas 
6. Korek api

Apa yang harus dilakukan??

1. Tuangkan air ke piring dan masukkan koin di dalamnya.

2. Masukkan kertas yang telah diremas ke dalam gelas, kemudian bakarlah dan letakkan gelas tersebut secara terbalik di piring


Apa yang terjadi??   Air akan naik ke dalam gelas dan meninggalkan koin dalam piring kering

Mengapa Demikian?? Jika kertas terbakar, karbon dan oksigen di udara bergabung membentuk karbondioksida. Tekanan gas dalam gelas akan jatuh, terus mengembang selama tahap pembakaran dan menyusut selama tahap pendinginan. Tekanan yang berkurang membuat air naik ke dalam gelas.

Postingan :
1. Fauzi Mulyana ( XI RPL 1 )
2. Ajie Setiawan ( XI AK 2 )
3. Cici Lestari ( XI RPL 2 )
4. Ira Herawati ( XI AP 1 )