Jumat, 30 November 2012

CARA MEMBUAT MAGNET

Membuat Magnet Sederhana

A. Tujuan
Untuk mengetahui cara membuat agnet sederhana (menggosok, induksi, dan mengalirkan arus listrik) dalam kehidupan kita sehari-hari.

B. Alat dan bahan :
1. Magnet batang
2. Magnet jarum
3. Palu besi
4. Jarum jahit
5. Kawat tembaga
6. Kawat platina (timah)
7. Baterai
8. Bola lampu (2,5/3,6 volt)
9. Isolasi
10. Serbuk besi
11. Gunting
12. Cutter
13. HVS (1 lembar)

C. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam kegiatan praktikum
2. Gosoklah paku dengan magnet batang searah, 5-10 menit
3. Tempelkan/dekatkan paku yang lain dengan magnet batang, selama 5-10 menit
4. Lilitlah paku dengan kawat dan sambungkan pada baterai dan bola lampu, amati apa yang terjadi!
5. Bandingkanlah ketiga hasil percobaan
6. Simpulkan dari hasil kegiatan
7. Laporkan kegiatan, seminggu kemudian setelah praktikum dilaksanakan.

Kesimpulan
Ada 3 cara membuat magnet :
A. Dengan Cara Menggosok
Suatu bahan dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan sebatang magnet tetap secara berulang ulang pada bahan tersebut. Sifat kemagnetan bahan memiliki kutub yang berlawanan dengan magnet penggosoknya.
B. Dengan Cara Mengalirkan Arus Listrik
Suatu bahan akan memiliki sifat magnet ketika dialiri arus listrik searah, namun akan hilang kemagnetannya jika arus tersebut dihilangkan. Apabila bahan dialiri arus listrik yang cukup besar, maka sifat kemagnetannya tidak berubah (magnet tetap)
C. Dengan Cara Induksi
Suatu bahan yang didekatkan pada magnet, maka sifat kemagnetan magnet akan ikut berpindah ke bahan tersebut, namun sifat kemagnetan bahan akan hilang ketika magnet dijauhkan dari bahan.












NAMA : RURI QODRIATI RAHAYU
KELAS : XI AKUNTANSI 2

Bukti Air di Mars Ditemukan


Kerikil di bebatuan Mars (kiri) dan kerikil di bebatuan Bumi (kanan) yang bekas aliran air (Reuters/ NASA)
VIVAnews - Penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, menemukan bekas aliran air di planet tetangga bumi itu. Bukti aliran air itu di tempat pendaratannya sendiri.

Curiosity mendarat pada 6 Agustus 2012 di dalam sebuah dataran raksasa dekat khatulistiwa Mars. Robot berukuran sebuah mobil kecil ini ditargetkan menjalankan misi dua tahun meneliti di kawasan yang disebut Kawah Gale.

Ilmuwan menduga gundukan yang disebut Gunung Sharp itu merupakan sisa-sisa sedimen yang dulunya mengisi penuh kawah. Analisis atas sebuah pecahan batuan antara lereng utara kawah dengan dasar Gunung Sharp mengindikasikan adanya aliran deras air pernah terjadi di sana.

Gambar yang diambil Curiosity dan dilansir Kamis lalu memperlihatkan kerikil bulat terpasak di bebatuan, yang menjulang bak jalan yang dipaku di permukaan planet itu. Kerikil-kerikil di dalam bebatuan itu terlalu besar untuk digerakkan oleh angin, kata ilmuwan Curiosity Rebecca Williams dalam sebuah telewicara di Tucson, Arizona.

"Konsensus tim ilmuwan, ini adalah kerikil-kerikil yang dibawa air dalam aliran yang kuat," katanya.

Bebatuan ini dipercaya menjadi dasar dari aliran di masa lalu sedalam mata kaki. Analisis ini diambil berdasarkan telefoto yang diambil penjelajah yang dalam perjalanan di kawasan bernama Glenelg di mana terdapat tiga macam bebatuan bertemu.

Ilmuwan belum memutuskan meneliti kimia bebatuan atau menargetkan lebih jauh Curiosity mencari bentuk kehidupan atau mineral. "Soal kehidupan melalui observasi sederhana mengenai air di Mars," kata ketua peneliti John Grotzinger yang dari California Institute of Technology.

"Tentu air mengalir adalah tempat mikroorganisme bisa hidup," katanya. Namun jenis bebatuan ini belum bisa disimpulkan bisa menjadi lingkungan makhluk hidup bisa hidup. (sj)
 
NAMA  : ENUNG NURJANAH
KELAS  : XI RPL 1

Teori Otak Kanan dan Otak Kiri



Sejak Prof Roger Sperry, penerima Nobel tahun 1981 melalui penelitian panjangnya bertahun-tahun, mengungkapkan hasil temuannya tentang gelombang otak, maka paradigma baru muncul dan berkembang. Hipotesisnya telah dibuktikannya sendiri bahwa setiap aktivitas yang berbeda memunculkan gelombang otak yang berbeda pula. Temuan ini sungguh-sungguh mengubah cara pandang tentang potensi dan kreativitas otak manusia.
Hal yang mengejutkan, rata-rata otak membagi kegiatannya secara jelas ke dalam kegiatan "otak belahan kiri" (korteks kiri) dan kegiatan

"otak belahan kanan" (korteks kanan). Saat korteks kanan sedang aktif, korteks kiri cenderung tenang atau istirahat, demikian sebaliknya.

Kegiatan yang paling mudah diamati tentang pergantian aktivitas otak adalah saat kita berjalan. Kaki kanan digerakkan oleh aktivitas otak belahan kiri, saat kaki kiri bergerak otak belahan kanan mengambil alih. Setiap otak memiliki keterampilan yang khas dalam urutan kerja yang sangat rapi.

Kondisi penuh harapan dari olahan dan kembangan penemuan ini adalah setiap orang memiliki banyak sekali keterampilan intelektual, berpikir, dan kreativitas, yang belum digunakan sepenuhnya. Mengacu pada beberapa definisi bakat terdahulu, jelas bahwa bakat-bakat yang dipenuhi oleh potensi intelektual, keterampilan dan kreativitas masih dapat terus digali dari diri kita.

Hal ini memberikan harapan besar dan makna sangat dalam, yakni kita tidak pernah menduga bahwa ternyata kita bukannya tidak berbakat menggambar atau tidak berbakat matematika. Yang terjadi adalah kita tidak memberi kesempatan pada kedua belahan otak untuk menggalidiri dan unjuk maksimal.

Orang cenderung bukannya menggali dan memaksimalkan fungsi perbedaan kegiatan otak belahan kanan dan kiri, namun justru membatasi. Diketahui bahwa otak belahan kiri melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan logika, analisis, kuantitatif, fakta, rencana, organisasi, detail/perinci, sekuensial.

Tugas otak belahan kanan berhubungan dengan sifat keseluruhan, intuitif, sintesis, integrasi, emosi, interpersonal, perasaan, kinestetik. Pembagian aktivitas ini melahirkan label bahwa senimanberotak kanan sedangkan ilmuwan adalah orang-orang otak kiri. Maka manusia pun seolah terbagi dikotomis, orang otak kiri dan orang otak kanan. Betulkah?
Jangan pernah menggolongkan Albert Einstein sebagai orang berotak kiri. Ia adalah manusia jenius yang berhasil menggali dan memaksimalkan fungsi kedua belahan otaknya, sehingga melahirkan teori relativitas yang luar biasa itu. Awalnya Einstein membiarkan otak belahan kanan melakukan aktivitas imajinasi tentang sebuah perjalanan di permukaan matahari.

Singkat cerita, perpaduan daya imajinasi dan hal lain yang dilakukan belahan kanan, serta kemampuan matematika, berpikir sistematis dan hal lain yang dilaksanakan belahan kiri, membawa dirinya pada sebuah temuan spektakuler yang maha dahsyat. Bakat, tidak semata-mata hasil ciptaan yang mencuat secara seragam pada kesempatan berbeda, tidak pula yang hanya digambarkan oleh atribut profesi dan pekerjaan.

Bakat adalah penggalian terus- menerus dan pemanfaatan seluruh kapasitas otak secara bertanggung jawab untuk mewujudnyatakan berbagai hal yang tidak itu-itu saja, atau sesuatu yang sudah telanjur dicap sebagai bakat yang terbatas.
Artinya, tidak ada orang yang tidak berbakat untuk hal tertentu, karena kita semua memiliki otak belahan kiri dan kanan. Coba saja mulai latihan menulis dengan salah satu tangan yang tidak biasa digunakan secara dominan sehari-hari. Latihlah selama satu atau dua bulan terus-menerus.

Apa yang terjadi? Ternyata tangan kita yang satu itu berbakat menulis juga. Hanya saja tangan yang satu lagi sudah telanjur dominan dalam latihan bertahun-tahun sejak kita belajar menulis. Betul?

Terdapat dua bahagian / hemisfera otak iaitu otak kanan dan otak kiri. Kedua-dua hemisfera otak kanan dan kiri ini amat berpengaruh terhadap gaya pemikiran setiap manusia. Terdapat individu-individu yang pemikirannya lebih dipengaruhi oleh otak kanan dan terdapat juga individu-individu yang pemikirannya lebih dipengaruhi oleh otak kiri. Gaya pemikiran otak kanan adalah lebih bebas dan rawak, lebih menyeluruh (holistik), intuisi, subjektif, sintesis dan abstrak.
Gaya pemikiran otak kiri pula lebih kepada logik, rasional, analitik, objektif, berturutan dan spesifik. Ilmu yang mudah dilihat banyak menggunakan otak kiri contohnya ialah ilmu matematik dan ilmu yang berkaitan dengan otak kanan ialah ilmu seni muzik, sastera dan lukisan. Walau bagaimanapun, terdapat juga ilmu-ilmu yang menggabungkan pemikiran otak kiri dan kanan seperti ilmu-ilmu sains fizik, kimia, astronomi dan falsa

Jika dilihat daripada sudut pendidikan, kebanyakan sistem pendidikan yang terdapat di dunia lebih menjurus kepada aliran pemikiran otak kiri. Para pelajar di seluruh dunia dilatih untuk membuat keputusan dan melakukan satu-satu tindakan berdasarkan logik, rasional dan yang mendapat pulangan materi semata-mata. Ciri-ciri pemikiran otak kiri lebih ketara apabila pelajar memasuki gerbang universiti. Jika dikategorikan dalam ilmu teknik berfikir, gaya berfikir menggunakan otak kiri ini bolehlah dikelaskan sebagai gaya pemikiran vertikal. Gaya berfikir seperti ini sangat-sangat memerlukan sebab-sebab rasional dan logik; segala keputusan mesti berdasarkan sebab dan akibat, pengalaman-pengalaman yang lalu dan mesti mempunyai rujukan; setiap idea mesti berasaskan logik dahulu kemudian baru boleh dilaksanakan.

Ringkasnya, segala idea dan imaginasi akan dikongkong oleh logik dan rasional. Para pelajar tidak akan bebas berfikir dan tidak mampu dan tidak berani melahirkan idea-idea baru apatah lagi idea-idea yang amat bertentangan dan dianggap pelik oleh individu-individu yang berfikiran konvensional. Fikiran konvensional adalah fikiran yang berasaskan pendapat-pendapat lama yang telah kukuh dan diterima ramai sebelum ini. Jika ada idea-idea baru yang dilahirkan pun hanyalah berbentuk inovatif atau ‘improvement’ daripada idea-idea sebelum ini, bukan berbentuk kreatif.

Boleh jadi pelajar, boleh cemerlang dalam akademik tetapi mungkin mereka tidak akan menghargai apa yang telah dipelajari. Sekiranya para pelajar dilatih lebih menggunakan otak kanan, mereka akan menjadi lebih kreatif dalam mengeluarkan idea. Idea-idea yang dilahirkan adalah lebih bebas, abstrak dan tidak terkongkong oleh fikiran-fikiran lama / konvensional.

Berbeza daripada corak pemikiran otak kiri, dalam gaya pemikiran otak kanan, logik dan rasional akan menyokong imaginasi bukan imaginasi menyokong logik dan rasional. Di dalam ilmu teknik berfikir, gaya pemikiran otak kanan ini dikenali sebagai gaya pemikiran lateral. Jika gaya pemikiran ini diterapkan dengan lebih sistematik di sekolah-sekolah dan institusi-institusi pendidikan tinggi, maka kemajuan teknologi sudah pasti akan lebih terkehadapan daripada yang kita lihat hari ini.

Adalah tidak mustahil untuk melahirkan idea-idea yang tepat dengan menggunakan imaginasi tanpa melihat dengan lebih teliti tentang sesuatu perkara asalkan seseorang individu itu mempunyai asas yang cukup kukuh dalam sesuatu ilmu itu. Sebagai contoh, pada abad ke–12, terdapat seorang tokoh perubatan Islam yang amat terkenal di Mesir bernama Ibnu An-Nafis.
Ibnu An-Nafis adalah amat terkenal sebagai orang yang pertama di dunia yang menemukan peredaran darah dalam tubuh manusia. Beliau telah menggambarkan dengan tepat bagaimana darah dalam tubuh beredar daripada jantung ke paru-paru dan seterusnya kepada seluruh sistem-sistem tubuh yang lain. Anehnya ialah beliau tidak pernah membedah satu pun mayat manusia seumur hidupnya.

Jadi bagaimanakah beliau boleh menemukan idea ini ? Sudah tentulah beliau menggunakan imaginasinya setelah mempunyai pengetahuan yang kukuh dalam bidang perubatan. Beliau juga banyak membuat kritikan, ulasan dan pembetulan-pembetulan daripada ilmu-ilmu perubatan dari zaman Yunani seperti Galen dan juga tokoh-tokoh Islam lain seperti Al-Razi dan Ibnu Sina.
Kesimpulan, teknik pembelajaran secara menghafal tidak pratikal kerana lumrahnya apa yang dihafal itu akan luput daripada ingatan jika ia tidak diperlukan. Sebaliknya pembelajaran dengan menggunakan semua sistem deria iaitu mata, telinga, kulit, hidung dan lidah dapat merangsang daya berfikir (secara semula jadi).

Dalam hubungan ini CVT menerusi formula E.Q - E.Quotient iaitu larutan berasaskan air mengandungi hidrogen dan nitrogen memberikan tenaga dan khasiat kepada otak seperti susu ibu. E.Q - E.Quotient perlu disemburkan pada lidah akan memberi rangsangan kepada otak dengan lebih teratur yang secara tidak langsung menggalakkan individu itu menggunakan daya imaginasi serta visual mereka untuk belajar. E.Q - E.Quotient juga mengandungi magnesium, fosforus, potassium bagi dijadikan tenaga untuk merangsang sistem deria.

APLIKASI OTAK KANAN DAN OTAK KIRI DALAM BELAJAR

Prestasi belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum kita yang diukur oleh IQ, IQ yang tinggi meramalkan suskse terhadap prestasi belajar. Namun IQ yang tinggi ternyata tidak menjamin sukses di masyarakat (Segal, 1997:14). Pada permulaan tahun sembilan puluhan berbagai penelitian menunjukkan (Segal, 1997:5) bahwa diinspirasi oleh berbagai psikolog humanis seperti Maslow, Rollo May, Carl Rogers yang sangat memperhatikan segi-segi subyektif (perasaan) dalam perkembangan psikolog, eksplorasi tentang emosi telah menunjuk pada sumber-sumber emosi (Segal, 1997, Goleman, 1995).

Ternyata bahwa emosi selain mengandung persaan yang dihayati seseorang, juga mengandung kemampuan mengetahui (Menyadari) tentang perasaan yang dihayati dan kemampuan bertindak terhadap perasaan itu. Bahkan pada hakekatnya emosi itu adalah impuls untuk bertindak.

Goleman menyatakan bahwa selain rational mind, seorang memiliki an emotional main yang masing-masing diukur oleh IQ dan EQ dan bersumber masing-masing dari head dan heart. kedua kehidupan mental tersebut, meskipun berfungsi dengan cara-caranya sendiri, bekerja secara sinergis dan harmonis
Homo sapiens yang memiliki neocortex(otak depan) yang merupakan sumber rasio, yaitu otak depan, terdiri dari pusat-pusat yang memahami dan mendudukan apa yang diamati oleh alat dria kita. Dalam evolusi tentang pengtahuan kemampuan organisma, ternyata bahwa penanjakan kehidupan manusia dalam peradaban dan kebudayaan adalah kerja neocortex yang ternyata juga menjadi sumber kemampuan seseorang untuk perencanaan dan strategi jangka panjang dalam mempertahankan hidup (Goleman, 1995:11).

Perkembangan ini menjadi otak memiliki nuansa terhadap kehidupan emosional seseorang. Struktur lymbic (sumsum tulang belakang) menghidupkan perasaan tentang kesenangan dan keinginan seksual, yaitu emosi yang mewujudkan sexual passion. Namun keterkaitan sistem lymbic tersebut dengan neocortex menumbuhkan hubungan dasar ibu-anak, yang menjadi landasan untuk unit keluarga dan commitment jangka panjang untuk membesarkan anak (spesi yang tidak dimiliki organisma ini seperti binatang melata, tidak memiliki kasih sayang) dan sering membunuh dan /atau menghancurkan anaknya sendiri. Masa anak dan masa belajar panjang (long childhood) bersumber dari saling keterhubungan neuron-neuron dalam 'pabrik' otak ini. Amygdala adalah neuron yang mewujudkan struktur keterhubungan di atas brainstem dekat dasar dari limbic ring(cincin sumsum tulang belakang antara emosi dan rasio). Amygdala adalah tempat penyimpanan memori emosi.

Joseph Le Doux, neoroscientist dari Center for Neural Scince New York University menemukan peran penting amygdala dalam otak emosional. Amygdala menerima input langsung melalui alat dria dan memberikan signal kepada neocortex, namun juga dapat memberikan respons sebelum tercatat di neocortex. Jadi ada kemungkinan respons manusia sebelum ia berfikir.

Dalam perkembangan pendidikan terbaru saat ini, musik klasik (dengan ketukan tertentu yang selaras dengan detak jantung manusia—jadi tidak semua jenis musik klasik) menjadi sarana penting dalam belajar di ruang-ruang kelas. Buku-buku pendidikan dengan penjualan best seller international, seperti Quantum Learning, Quantum Teaching dan The learning Revolution, semuanya mempromosikan musik klasik untuk digunakan sebagai program belajar. Sebagai dampak dari ide yang kompak dan serempak ini, beberapa lembaga pendidikan saat ini sedang berlomba-lomba membunyikan musik klasik sebagai pengiring kegiatan belajar mengajar di kelas. Fenomena ini bisa kita sebut sebagai “efek promosi Quantum Learning”. Efek promosi Quantum Learning ini juga merembet ke lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah. Banyak lembaga-lembaga kursus dan pelatihan di kota-kota besar Indonesia saat ini yang memperdagangkan program-program learning skill berbasis Quantum Learning.

Lalu mengapa musik klasik? Atau bahkan mengapa musik digunakan dalam program belajar? Alasannya karena musik merupakan salah satu “makanan” penting dari otak kanan. Selama ini program belajar hanya memfungsikan otak kiri semata yang melulu bersifat linear, logis dan matematis. Penggunaan otak yang tidak seimbang ini kemudian cepat menimbulkan kelelahan dan kejenuhan bagi orang yang belajar. Otak kanan yang tidak punya kerjaan tadi kemudian berfungsi sebagai pengganggu saudaranya, otak kiri yang sedang pusing dengan rumus-rumus dan hafalan. Di sinilah fungsi musik klasik (begitu pula warna-warni dan gambar) dalam belajar. Ia memberi sebuah aktifitas bagi otak kanan sehingga ia tidak lagi mengganggu otak kiri di saat belajar.

Apa yang dibahas di atas merupakan efek pendukung belajar dari musik klasik. Musik klasik juga punya efek memperkaya fikiran. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa musik klasik yang diperdengarkan secara terpola pada janin di dalam kandungan bisa meningkatkan kecerdasan janin-janin ini kelak ketika lahir. Dalam buku Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan oleh Van de Carr dan Lehrer, diceritakan tentang seorang konduktor simfoni terkenal, Boris Brott, yang suatu hari merasa akrab dengan irama selo yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Ketika ia menceritakan hal itu pada ibunya yang merupakan seorang pemain selo profesional, ibunya menjadi heran. Ternyata musik selo tersebut sering ia mainkan ketika Brott masih di dalam kandungannya.

 Referensi : www.infogue.com 

BY.ASTRIANTY SHOLIHAT :)

Metode Ilmiah

1. METODE ILMIAH

Metode ilmiah merupakan cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seorang ilmuwan dalam penelitian. Metode ilmiah dibagi dalam beberapa tahapan ;


Menemukan Masalah
Percobaan dimulai dengan suatu pertanyaan, setelah itu mencoba menjawabnya dengan melakukan percobaan. Misalnya kita melihat tanaman A yang dekat dengan kandang hewan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan yang tumbuh di pekarangan rumah. Maka timbul pertanyaan Mengapa???


Ajukan Hipotesis atau dugaan
Masalah yang tadi tentu akan memunculkan jawaban sementara atau Hipotesis. hipotesis yang dimunculkan harus diselidiki kebenarannya dengan melakukan eksperimen atau percobaan. Hipotesis dapat dirumuskan dari hasil penelitian terlebih dahulu yang dapat diperoleh dari buku, majalah, artikel, forumsains. com, atau keterangan orang lain. Misalnya hipotesis tanaman A tumbuh lebih baik di dekat kandang dibandingkan yang di pekarangan adalah unsur Hara yang dikandung tanah, media tumbuh mempengaruhi pertumbuhan tanaman A.; ;)

Percobaan
Untuk menguji kebenaran hipotesis, harus dilakukan percobaan. Sebelum melakukan percobaan, ada baiknya jika menyusun perencanaan percobaan terlebih dahulu yang meliputi alat dan bahan serta penentuan variabel.

Alat dan Bahan
Sebelum melakukan percobaan, harus ditentukan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan. Kita juga harus merencanakan biaya, kterbatasan, dan sumber alat itu sendiri.keterbatasan2 itu dpt mempengaruhi percobaan yg dilakukan. Cth, Bila ingin mengetahui apakah suhu lingkungan maka harus ada alatnya yakni termometer. jika tidak tersedia tentu suhu nya tak bisa diukur dan pengaruh suhu tidak bisa diketahu


Menentukan Variabel
Variabel adalh ciri objek yg nilainya beragam. Variabel dibagi atas 2, Variabel Bebas & Variabel terikat. yang bebas merupakan faktor yg diubah, sedangkn yg terikat adalah yg tergantung perubahan variabel bebas. Contoh : percobann pengaruh struktur tanah thdp prtumbuhan tanaman . tanah = V. Bebas sementara pertumbuhan tanaman = V. Terikat. Dalam percobaan, setipa tanaman harus diberikan perlakuan yg sama seperti jenisnya, intentitas cahaya, dll, kecuali faktor yg diselidiki yakni tanah yg digunakan. :)


Menarik Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan dpt ditarik kesimpulan atau hasil percobaan yg dilakukan. kesimpulan dpt mndukung atau tidak mendukung hipotesis yg dibuat.



2. Sikap Ilmiah
Dalam penelitian suatu obyek, ilmuwan biologi harus bersikap secara ilmiah. Pola pikir & bersikap ilmiah akan bermanfaat dalam pemecahan masalah atau fenomena sehari2. Sikap2 ilmiah tsb ;
* Dpt membedakan antara Fakta & Opini
* Berani & santun dalam pertanyaan & argumentasi
* Mengembangkan keingintahuan
* Berpendapat secara ilmiah dan kritis
* Berani mengusulkan perbaikan dan Bertanggung jawab thd usulan/perbaikan tsb
* Bekerja sama
* Jujur terhadap Fakta

bahaya narkoba



Bahaya Narkoba

 
A.Latar Belakang
Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya.
Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba.
Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.

Bahaya bagi pelajar
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok.
Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:

• Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
• Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
• Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
• Sering menguap, mengantuk, dan malas,
• Tidak memedulikan kesehatan diri,
• Suka mencuri untuk membeli narkoba.
           Berikut Jenis-jenis Narkoba Dan Apa Saja Bahya-Bahayanya
1. Opium

Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.


2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.


3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.


4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.


5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.


6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.


7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).


nama : Ira Herawati 
kelas : XI AP 1

Selasa, 25 September 2012

ULANGAN HARIAN 1 FISIKA SMA NEGERI 3 SUBANG

SOAL ULANGAN HARIAN 1 FISIKA dapat didownload melalui link di bwah ini
http://www.4shared.com/file/Gvs2xuPO/UH1_BESARAN_DAN_SATUAN_SMA3.html

Minggu, 02 September 2012

TUGAS KIR



NAMA ANGGOTA:

  1.  EVI LIANA HUSEN (XI AK 1)
  2. AGITA PUTRI LESTARI (XI PG)
  3. RIASA AGUSNIA (XI AK 2)
  4.  NITA FATIMAH (XI AK 2)




Satu hal yang dapat dilakukan jika libur sekolah tiba adalah dengan bermain layang-layang. Lebih asyik lagi, kalian dapat membuat sendiri layang-layangnya. Berikut ini merupakan tips untuk membuat layang-layang spesialmu.

Bahan yang dibutuhkan:
1. 1 (satu) potong kayu dengan lebar +/- 1 cm dan panjang +/- 90 cm
2. 1 (satu) potong kayu dengan lebar +/- 1 cm dan panjang +/- 50 cm
3. Kertas tissue atau kertas minyak dengan ukuran sesuai dengan ukuran kayu
4. Spidol
5. Pensil
6. Pita gulungan agak tebal
7. Tali atau benang
8. Gunting
9. Isolasi
10. Penggaris

Cara Membuat:
Langkah 1
a. Ambil 2 potong kayu (panjang 90 cm dan 50 cm).
b. Letakkan kayu tersebut secara menyilang hingga menyerupai salib.
c. Rekatkan kedua kayu tersebut dengan menggunakan isolasi secara menyilang.
d. Ikat disetiap sudut kayu dengan menggunakan tali atau benang hingga membentuk wajik.
e. Nah, sekarang kalian telah membuat rangka layang-layangmu.

Langkah 2
a. Letakkan rangka layang-layang tersebut diatas sebuah kertas tissue atau kertas minyak.
b. Tandai kertas tersebut sehingga mengikuti bentuk rangka layangan. Tambahkan ekstra 2.5 cm untuk garis potongan.
c. Gunting kertas tersebut mengikuti tanda yang telah kamu buat.

Langkah 3
a. Agar layang-layangmu lain daripada yang lain, kamu dapat menghiasnya dengan spidol yang kamu punyai.
b. Warnai layang-layangmu dengan warna yang terang agar terlihat indah saat di angkasa.
c. Lipat bagian kertas kearah belakang (yang tidak dihias) lalu rekatkan dengan menggunakan isolasi.

Langkah 4
a. Untuk membuat ekor layang-layang, guntinglah +/- 100 cm (1 meter) tali atau benang yang kamu miliki.
b. Ikatkan pada bagian bawah layang-layang. Rekatkan dengan isolasi agar tidak lepas.
c. Gunting 5 (lima) buah pita dengan ukuran masing-masing +/- 20 cm.
d. Ikatkan pada tali atau benang ekor layang-layang. Beri jarak yang sama antara pita yang satu dengan yang lainnya.

Langkah 5
a. Buatlah 2 lubang di tengah-tengah layangan dekat dengan tempat penyilangan kayu rangka.
b. Masukkan tali atau benang layangan ke salah satu lubang dan silangkan ke dalam rangka kayu ukuran 50 cm, silangkan ke rangka kayu ukuran 90 cm lalu silangkan kembali ke rangka kayu ukuran 50 cm.
c. Lakukan hal yang sama untuk lubang yang satu lagi.

Akhirnya selesai juga tinggal kita mainkan saja>>>